Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Air dalam Menurunkan Parameter Pencemar pada Air Limbah: Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.33005/envirous.v7i1.443Keywords:
Fitoremediasi, Tanaman Air, Air limbah, Parameter Pencemar, Kualitas AirAbstract
Air limbah mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Fitoremediasi menggunakan tanaman air merupakan salah satu alternatif pengolahan yang ramah lingkungan dan relatif sederhana untuk mengurangi berbagai parameter pencemar. Artikel ini bertujuan mengkaji kemampuan berbagai tanaman air dalam proses fitoremediasi berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan mengenai fitoremediasi dan pemanfaatan tanaman air dalam pengolahan air limbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman air memiliki kemampuan dalam menurunkan parameter pencemar yang berbeda. Melati air (Echinodorus palaefolius) mampu menurunkan TSS, COD, Total Nitrogen, amonia, dan kekeruhan, sedangkan eceng gondok (Eichhornia crassipes) berpotensi menurunkan BOD, TDS, fosfat, serta meningkatkan DO. Hydrilla sp. dan Hydrilla verticillata efektif dalam menyerap logam berat seperti Zn dan Pb, sementara Typha angustifolia mampu menurunkan Pb, Cu, COD, dan TSS. Efektivitas fitoremediasi dipengaruhi oleh jenis dan biomassa tanaman, waktu kontak, karakteristik limbah, serta kondisi lingkungan. Dengan demikian, tanaman air berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pengolahan air limbah yang efektif dan ramah lingkungan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rasyad Fadil Riyanto, Shally Yanova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

