https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/issue/feed Envirous 2026-04-07T06:40:43+00:00 R Mohammad Alghaf Dienullah, S.T., M.T. alghaf.ft@upnjatim.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Envirous: Jurnal Teknik Lingkungan Upn “Veteran” Jawa Timur </strong>is a journal that is published by the Department of Environmental Engineering, Faculty of Engineering and Science, <a href="https://upnjatim.ac.id">Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur</a>. Envirous is indexed in <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/22924">GARUDA</a> with P-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20210518461005841" target="_blank" rel="noopener">2777-1040</a> and E-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20210518590918534">2777-1032</a>, published twice a year, in <strong>March</strong> and <strong>September</strong>. This journal aims to inform readers about all aspects of environmental issues in environmental engineering, science, and management.</p> https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/427 Strategi Pengawasan Laboratorium Obat dan Makanan Berwawasan Lingkungan Berbasis Life Cycle Assessment 2026-04-07T06:40:43+00:00 Retno Hari Wahyuni retno.wahyuni@pom.go.id Bening Laksa Intan retno.wahyuni@pom.go.id <p>Laboratorium pengujian obat dan makanan merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan berbasis risiko, namun aktivitasnya juga menghasilkan beban atau dampak lingkungan melalui konsumsi energi, penggunaan reagen kimia dan media mikrobiologi, penggunaan air, serta timbulan limbah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi <em>hotspot </em>dampak lingkungan operasional laboratorium pengujian obat dan makanan serta merumuskan strategi pengawasan berwawasan lingkungan berbasis <em>Life Cycle Assessment</em> (LCA). Kajian dilakukan dengan pendekatan LCA mengacu pada ISO 14040 dan ISO 14044 dengan batasan sistem <em>gate-to-gate</em> yang mencakup administrasi sampel, pemenuhan kondisi lingkungan laboratorium, preparasi sampel, dan analisis instrumentasi selama tahun 2023 (ISO, 2006a; ISO, 2006b; Hari Wahyuni, 2024). Unit fungsional yang digunakan adalah satu jasa analisis laboratorium, sedangkan data inventori diperoleh dari catatan operasional internal dan dianalisis menggunakan OpenLCA versi 2.0 dengan basis data Ecoinvent (Hari Wahyuni, 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori dampak terbesar adalah <em>Global Warming Potential</em> (GWP) sebesar 161,601 kg CO<sub>2</sub>-ekuivalen per jasa analisis dan <em>Cumulative Energy Demand</em> (CED) sebesar 103,162 MJ per jasa analisis, dengan kontribusi dominan berasal dari tahap analisis instrumentasi dan preparasi sampel (Hari Wahyuni, 2024; Samadikun et al., 2024). Hasil normalisasi menempatkan urutan dampak dari yang terbesar hingga terkecil yaitu GWP, CED, asidifikasi, eutrofikasi, karsinogenik dan toksisitas, <em>respiratory organic</em>, serta <em>ozone depletion</em> (Hari Wahyuni, 2024). Berdasarkan hasil tersebut, strategi pengawasan laboratorium perlu diarahkan pada efisiensi energi, pengendalian penggunaan reagen kimia, penguatan digitalisasi, serta pengembangan program perubahan perilaku seperti OASIS, Conter <em>Green Lab</em>, dan Bilik Madya (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2025). Penelitian ini menunjukkan bahwa indikator lingkungan berbasis LCA dapat digunakan sebagai dasar integrasi aspek keberlanjutan ke dalam audit internal, perencanaan program, dan evaluasi kinerja laboratorium.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>Life Cycle Assessment</em>; laboratorium pengujian; dampak lingkungan; <em>green laboratory</em>; pengawasan lingkungan</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Drug and food testing laboratories are essential components of risk-based regulatory oversight, yet their operations also generate environmental burdens through energy consumption, chemical use, water use, and waste generation. This study aimed to identify environmental impact hotspots in laboratory operations and to formulate environmentally oriented supervisory strategies based on Life Cycle Assessment (LCA). The assessment applied the LCA approach in accordance with ISO 14040 and ISO 14044 using a gate-to-gate system boundary covering sample administration, laboratory environmental conditioning, sample preparation, and instrumentation analysis during 2023 (ISO, 2006a; ISO, 2006b; Hari Wahyuni, 2024). The functional unit was one laboratory analysis service, and inventory data were compiled from internal operational records and analyzed using OpenLCA version 2.0 with the Ecoinvent database (Hari Wahyuni, 2024). The results showed that the largest impacts were found in the Global Warming Potential (GWP) category at 161.601 kg CO<sub>2</sub>-equivalent per analysis service and Cumulative Energy Demand (CED) at 103.162 MJ per analysis service, with the main contributions originating from instrumentation analysis and sample preparation stages (Hari Wahyuni, 2024; Samadikun et al., 2024). Normalization results ranked the impact categories from highest to lowest as GWP, CED, acidification, eutrophication, carcinogenic and toxicity effects, respiratory organic effects, and ozone depletion (Hari Wahyuni, 2024). These findings indicate that supervisory strategies should focus on energy efficiency, chemical-use control, digitalization strengthening, and behavior-based environmental programs such as OASIS, Conter Green Lab, and Bilik Madya (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2025). This study confirms that LCA-based environmental indicators can support the integration of sustainability aspects into internal audits, program planning, and laboratory performance evaluation.</em></p> <p><em> </em><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Life Cycle Assessment; testing laboratory; environmental impact; green laboratory; environmental supervision</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Retno Hari Wahyuni, Bening Laksa Intan https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/403 Analisis Pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash Pada Salah Satu PLTU Di Wilayah Nusa Tenggara Timur 2026-03-10T14:25:03+00:00 Naafi Rachmattullah Ramadhan 22034010115@student.upnjatim.ac.id Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa 22034010115@student.upnjatim.ac.id <p><em><span style="font-weight: 400;">Fly Ash</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Bottom Ash</span></em><span style="font-weight: 400;"> (FABA) dari PLTU berbahan bakar batubara dikategorikan limbah non-B3 sesuai PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran XIV. Penelitian ini menganalisis pengelolaan FABA di salah satu PLTU NTT, mencakup kesesuaian regulasi, metode pengelolaan, karakteristik limbah (TCLP &amp; LD50), dan risiko terhadap lingkungan serta kesehatan. Hasil menunjukkan pengelolaan FABA telah sesuai ketentuan, karakteristik limbah aman, risiko rendah, dan pemanfaatannya sebagai bahan konstruksi mendukung efektivitas pengelolaan serta prinsip ekonomi sirkular. Studi ini menegaskan pentingnya sistem manajemen FABA yang terstruktur untuk keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional PLTU.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Naafi Rachmattullah Ramadhan, Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/404 Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Pada IPAL Industri Farmasi PT. X Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) 2026-03-10T13:53:49+00:00 Nanda Dwi Kartika 22034010007@student.upnjatim.ac.id Wahyu Ugroseno wahyu_ugroseno.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menganalisis emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terutama yang disebabkan oleh gas karbondioksida (CO</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;">) yang dilepaskan ke atmosfer melalui penggunaan listrik yang berperan sebagai sumber energi utama dalam kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Farmasi milik PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang disebabkan oleh penggunaan listrik untuk kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada industri farmasi menggunakan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Life Cycle Assessment</span></em><span style="font-weight: 400;"> (LCA). Perhitungan emisi CO</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;"> dihitung berdasarkan kebutuhan listrik yang digunakan dengan faktor emisi dari CO</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;"> yang telah ditetapkan oleh Permen ESDM. Hasil menunjukkan bahwa pada pengolahan 1 m</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;"> air limbah berpotensi menimbulkan dampak </span><em><span style="font-weight: 400;">global warming </span></em><span style="font-weight: 400;">sebesar 9,726 kg CO</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;">eq dengan kontribusi terbesar berasal dari unit bak aerasi (58,84%) karena penggunaan mesin blower secara kontinu selama 24 jam secara bergantian. Analisis </span><em><span style="font-weight: 400;">hotspot </span></em><span style="font-weight: 400;">dilakukan untuk mengidentifikasi persentase kontributor berdasarkan proses yang telah dianalisis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pengurangan emisi yang dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dapat menurunkan emisi hingga 4,58 juta ton CO</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;">eq.&nbsp;</span></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nanda Dwi Kartika, Wahyu Ugroseno https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/405 Analisis Efisiensi Kinerja Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi PT. X 2026-03-10T14:41:05+00:00 Kevin Leonardo Sulistiyo 22034010032@student.upnjatim.ac.id Wahyu Ugroseno wahyu_ugroseno.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Semakin bertambahnya tahun semakin besar pula jumlah produksi pada suatu industri. Dengan begitu limbah yang dihasilkan juga semakin bertambah sehingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Farmasi milik PT. X diperlukan analisis efisiensi pengolahan selama periode Januari hingga Desember Tahun 2024. Metode yang digunakan dilakukan secara kuantitatif dengan analisis deskriptif dilakukan dengan cara membandingkan konsentrasi parameter pencemar sebelum dan sesudah pengolahan untuk menghitung tingkat efisiensi penyisihan parameter pencemar. Unit pada Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. X meliputi beberapa unit yaitu unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Oil and Scum Separation and Collection, </span></em><span style="font-weight: 400;">unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Equalization and Neutralization, </span></em><span style="font-weight: 400;">Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Aeration Tank, </span></em><span style="font-weight: 400;">Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Clarifier Tank, </span></em><span style="font-weight: 400;">Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Break Tank, </span></em><span style="font-weight: 400;">Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Filtration</span></em><span style="font-weight: 400;">, Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Final Tank</span></em><span style="font-weight: 400;">, Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Sludge Collection and Stabilization</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan Unit </span><em><span style="font-weight: 400;">Filter Press</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi pada sebagian besar parameter terutama pada parameter BOD</span><span style="font-weight: 400;">5</span><span style="font-weight: 400;">, COD, NH</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">-N, dan Total Coliform. Sedangkan pada parameter TSS dan Minyak dan Lemak mengalami penurunan efisiensi akibat masalah operasional seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge bulking</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan adanya penyumbatan unit. Namun, secara keseluruhan IPAL PT. X mampu memenuhi baku mutu lingkungan dan menunjukkan nilai efektivitas tinggi dalam meremoval parameter pencemaran air limbah dengan nilai efektivitas yang berbeda pada parameter BOD</span><span style="font-weight: 400;">5</span><span style="font-weight: 400;"> 83,9%, COD 80,08%, TSS 94,97%, NH</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">-N 98,02%, Minyak dan Lemak 57,39% dan Total Coliform 90,87%. Untuk memastikan IPAL dapat beroperasi secara optimal diperlukan adanya peningkatan pengawasan dan perawatan pada seluruh unit untuk selalu memastikan air limbah yang dihasilkan telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan.</span></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Kevin Leonardo Sulistiyo, Wahyu Ugroseno https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/406 Pemanfaatan Sludge IPAL Sebagai Substitusi Bahan Baku Produksi Pupuk NPK pada Industri Pupuk PT X 2026-03-11T15:07:44+00:00 Fina Rahma Permata 22034010074@student.upnjatim.ac.id Praditya Sigit Ardisty Sitogasa praditya.s.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">PT X sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge </span></em><span style="font-weight: 400;">dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terus meningkat seiring peningkatan kapasitas produksi, mencapai 24,25 ton pada Triwulan IV 2024. Penulisan artikel ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis pemanfaatan </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge</span></em><span style="font-weight: 400;"> IPAL sebagai bahan substitusi dalam produksi pupuk NPK di PT X. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder meliputi karakterisasi </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge</span></em><span style="font-weight: 400;">, dokumen teknis, dan informasi proses produksi. Hasil karakterisasi menunjukkan </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge</span></em><span style="font-weight: 400;"> mengandung P₂O₅ total 11,6%, CaO 26,1%, N total 2,33%, yang berpotensi sebagai sumber fosfor dan kalsium meskipun kadar nitrogen dan kalium masih di bawah standar SNI 2803:2012. </span><em><span style="font-weight: 400;">Sludge</span></em><span style="font-weight: 400;"> dikategorikan sebagai limbah B3 kode B301-7 yang dimanfaatkan melalui proses pengeringan, pengujian laboratorium, dan pencampuran dalam produksi pupuk NPK granulasi dan reaksi dengan batas maksimal 1% dari kapasitas produksi. Pemanfaatan </span><em><span style="font-weight: 400;">sludge</span></em><span style="font-weight: 400;"> mengurangi volume limbah B3 yang harus dikelola pihak ketiga, meminimalkan biaya transportasi dan disposal, serta mendukung prinsip industri hijau sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 50 Tahun 2020. Program ini berkontribusi pada peningkatan kinerja lingkungan melalui aspek </span><em><span style="font-weight: 400;">beyond compliance</span></em><span style="font-weight: 400;"> PROPER dan pencapaian SDG 6, SDG 9, dan SDG 12, sehingga memberikan rekomendasi strategis optimalisasi pengelolaan limbah B3 yang mendukung efisiensi produksi dan kinerja keberlanjutan perusahaan.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fina Rahma Permata, Praditya Sigit Ardisty Sitogasa https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/407 PENILAIAN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERPADU PADA PT. X BERDASARKAN HIRA, ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN, DAN INSPEKSI PERALATAN KESELAMATAN 2026-03-11T15:14:49+00:00 Muhammad Gibran Al Ghafari 22034010124@student.upnjatim.ac.id Ariesta Sulistyo Asih ariesta_sulistyo.tl@upnjatim.ac.id Hikmal Akbar Habibie 24034010002@student.upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Bengkel baja merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi akibat aktivitas pekerjaan panas, pengangkatan material berat, dan penggunaan peralatan bertekanan, sehingga diperlukan pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko K3 di bengkel baja PT. X berdasarkan </span><em><span style="font-weight: 400;">Hazard Identification and Risk Assessment</span></em><span style="font-weight: 400;"> (HIRA), </span><em><span style="font-weight: 400;">Job Safety Analysis</span></em><span style="font-weight: 400;"> (JSA), serta hasil inspeksi peralatan keselamatan yang meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), dan tabung bertekanan. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan diskusi dengan pihak terkait, dengan mengolah data HIRA, JSA, dan hasil inspeksi menjadi tabel analitis. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi bahaya dominan berasal dari aktivitas berisiko tinggi seperti pengelasan, pemotongan baja, pengangkatan material, dan penanganan tabung bertekanan, yang diperkuat oleh temuan ketidaksesuaian pada sebagian peralatan keselamatan terkait kelengkapan, kondisi fisik, dan kesiapan fungsional. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun instrumen analisis risiko telah tersedia, tingkat keterpaduan antara identifikasi bahaya, analisis pekerjaan, dan kesiapan sarana pengendalian di lapangan masih perlu ditingkatkan guna mencegah kecelakaan kerja dan meminimalkan dampak risiko di bengkel baja PT. X</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Gibran Al Ghafari, Ariesta Sulistyo Asih https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/418 Analisis Efektivitas Instalansi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten Nganjuk untuk menurunkan Kadar Polutan 2026-03-10T14:18:41+00:00 Zidane Syah Putra 22034010139@student.upnjatim.ac.id Cindy Aisyah Hakim cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id <p>Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Nganjuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi lumpur tinja dimana Kabupaten Nganjuk tidak memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi, sehingga hal ini dapat menimbulkan risiko pencemaran lingkungan. Upaya untuk menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Nganjuk berencana untuk membangun fasilitas Pengolahan Lumpur Tinja melalui IPLT. Analisis efektivitas unit pengolahan lumpur tinja pada perencanaan IPLT di Kabupaten Nganjuk menggunakan metode deskriptif-analitis kuantitatif dengan menggunakan sampel kualitas lumpur tinja. Adapun hasil perhitungan tingkat efektivitas unit pengolahan IPLT menunjukkan tingkat penurunan yang efektif untuk BOD (84%), COD (84%), TSS (80%), Ammonia (84%) dan Total Coliform (99%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Cangkringan mampu menurunkan parameter pencemar utama secara signifikan hingga memenuhi baku mutu, sehingga layak untuk diterapkan dalam rangka mendukung pengelolaan limbah domestik berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk.</p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Zidane Syah Putra, Cindy Aisyah Hakim https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/422 Analisis Dampak dan Persepsi Masyarakat pada Tahap Pembangunan Industri Air Minum PT X Kabupaten Magelang 2026-03-11T01:43:45+00:00 Nurul Rahma Anggraini 22034010080@student.upnjatim.ac.id Cindy Aisyah Hakim cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Pembangunan industri secara global menimbulkan berbagai dampak lingkungan dan sosial, khususnya pada tahap konstruksi yang melibatkan aktivitas alat berat, mobilisasi material, dan potensi pencemaran udara serta kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan Industri Air Minum PT X. Penelitian dilakukan di wilayah pemukiman sekitar lokasi proyek di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei sosial melalui konsultasi publik dan penyebaran kuesioner kepada 63 responden, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,02% masyarakat mengkhawatirkan dampak dari rencana kegiatan. Masyarakat mengkhawatirkan adanya dampak genangan banjir, kerusakan jalan dan bangunan, lalu lintas, kebisingan dan debu. terutama debu dan kebisingan yang tinggi dengan persentase responden sebesar 30,77% dan 29,23%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, debu merupakan dampak paling signifikan pada kegiatan konstruksi ini. Oleh karena itu, strategi pengelolaan dampak harus diprioritaskan pada pengendalian debu dengan cara mengatur jadwal pengangkutan&nbsp; bahan, memasang penutup pada bak truk, dan membangun pagar pembatas di sekitar lokasi proyek. Selain itu, pengembang perlu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat dan sistem pengaduan sebagai elemen dari pendekatan sosial.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurul Rahma Anggraini, Cindy Aisyah Hakim https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/419 Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Dampak Lingkungan dari Kegiatan Konstruksi Industri Air Kemasan PT X Kabupaten Pasuruan serta Strategi Pengelolaannya 2026-03-10T14:14:58+00:00 Anindya Loviantary cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id Cindy Aisyah Hakim cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan konstruksi industri berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga persepsi masyarakat menjadi aspek penting dalam menilai tingkat penerimaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan dari kegiatan konstruksi Industri Air Kemasan PT X di Kabupaten Pasuruan serta merumuskan strategi pengelolaan yang dapat diterapkan oleh pemrakarsa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui survei sosial, konsultasi publik, dan penyebaran kuesioner kepada 33 responden yang berdomisili di sekitar lokasi proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat bersikap netral terhadap rencana kegiatan (66,66%), namun tetap memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap dampak konstruksi, khususnya kebisingan (20,37%), kerusakan jalan (18,52%), debu (12,96%), dan kemacetan lalu lintas (11,11%). Selain itu, sebesar (48,48%) responden menilai bahwa kegiatan konstruksi berpotensi mempengaruhi aktivitas masyarakat, terutama akibat gangguan debu dan kebisingan. Berdasarkan temuan tersebut, kebisingan menjadi dampak yang berpengaruh terhadap kegiatan konstruksi ini sehingga strategi pengelolaan dampak perlu difokuskan pada pengendalian kebisingan melalui pemeliharaan alat, penggunaan penghalang suara, pembatasan jam operasional, pemantauan kebisingan berkala, serta peningkatan insulasi bangunan terdampak. Pemrakarsa juga perlu mengoptimalkan komunikasi publik dan mekanisme pengaduan sebagai bagian dari pendekatan sosial.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anindya Loviantary, Cindy Aisyah Hakim https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/420 Efektivitas Unit Kolam Maturasi dan Unit Kolam Desinfeksi pada Pengolahan Air Limbah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Nganjuk 2026-03-10T14:41:06+00:00 Kungsus Gatot Suprapto cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id Cindy Aisyah Hakim cindy_aisyah.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Indonesia Emas 2045 memiliki rencana untuk memperbaiki akses layanan sanitasi yang aman di seluruh tanah air, demi mendukung kesehatan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan, terutama di daerah yang masih membutuhkan kemajuan dalam infrastruktur sanitasi, seperti Kabupaten Nganjuk. Peningkatan jumlah penduduk berkontribusi secara tidak langsung terhadap naiknya volume limbah domestik yang meliputi lumpur tinja. Maka dari itu, salah satu langkah untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyediakan fasilitas pengolahan lumpur tinja. Kolam maturasi serta proses desinfeksi menjadi dua elemen penting untuk keberhasilan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif kedua elemen tersebut dalam mengurangi pencemaran serta mikroorganisme patogen. Parameter yang dianalisis meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), Ammonia, dan Fecal Coliform. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolam maturasi mampu menurunkan beban organik serta patogen, sementara proses desinfeksi berhasil mengurangi jumlah bakteri patogen dengan signifikan, dengan efisiensi pengurangan pada parameter BOD sebesar 70%, COD sebesar 67,8%, TSS sebesar 79%, dan Fecal Coliform sebesar 98%. Oleh karena itu, penggabungan kedua elemen ini akan menghasilkan kualitas efluen yang hampir memenuhi standar air limbah domestik yang berlaku, sehingga unit ini sangat penting bagi keberlanjutan pengelolaan instalasi pengolahan lumpur tinja.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Kungsus Gatot Suprapto, Cindy Aisyah Hakim https://envirous.upnjatim.ac.id/index.php/envirous/article/view/421 Evaluasi Pengelolaan Sampah dan Perencanaan TPS 3R Pada Salah Satu PLTU X Nusa Tenggara Timur 2026-03-11T01:30:29+00:00 Rezan Dwi Sanja Alim 22034010112@student.upnjatim.ac.id Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa syadzadhiya.tl@upnjatim.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Pengelolaan sampah domestik pada PLTU X NTT masih menghadapi kendala akibat Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di area terbuka tanpa perlindungan dan tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran dan ketidaksesuaian dengan standar teknis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah eksisting serta merumuskan kebutuhan perancangan TPS 3R tertutup yang sesuai dengan ketentuan nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif–kualitatif dan deskriptif–kuantitatif terapan melalui observasi lapangan, pengumpulan data timbulan enam bulan, serta kajian regulasi. Data primer diperoleh dari pengamatan kondisi fisik TPS, pola pengumpulan, dan potensi pencampuran sampah, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen operasional pembangkit. Analisis dilakukan secara deskriptif–analitik dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap PP 81/2012, Permen LHK 75/2019, dan Permen LHK 19/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPS eksisting belum memenuhi persyaratan seperti perlindungan cuaca, lantai kedap air, dan pemilahan. Perhitungan timbulan juga mengindikasikan perlunya kapasitas penampungan terstruktur serta fasilitas pemilahan dan pengolahan. Berdasarkan temuan tersebut, disusun kebutuhan desain TPS 3R tertutup yang lebih aman, memenuhi standar teknis, dan mampu mendukung pengurangan sampah di sumber.</span></p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rezan Dwi Sanja Alim, Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa