Efektivitas Unit Kolam Maturasi dan Unit Kolam Desinfeksi pada Pengolahan Air Limbah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Nganjuk

Authors

  • Kungsus Gatot Suprapto
  • Cindy Aisyah Hakim

DOI:

https://doi.org/10.33005/envirous.v6i2.420

Abstract

Indonesia Emas 2045 memiliki rencana untuk memperbaiki akses layanan sanitasi yang aman di seluruh tanah air, demi mendukung kesehatan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan, terutama di daerah yang masih membutuhkan kemajuan dalam infrastruktur sanitasi, seperti Kabupaten Nganjuk. Peningkatan jumlah penduduk berkontribusi secara tidak langsung terhadap naiknya volume limbah domestik yang meliputi lumpur tinja. Maka dari itu, salah satu langkah untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyediakan fasilitas pengolahan lumpur tinja. Kolam maturasi serta proses desinfeksi menjadi dua elemen penting untuk keberhasilan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif kedua elemen tersebut dalam mengurangi pencemaran serta mikroorganisme patogen. Parameter yang dianalisis meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), Ammonia, dan Fecal Coliform. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolam maturasi mampu menurunkan beban organik serta patogen, sementara proses desinfeksi berhasil mengurangi jumlah bakteri patogen dengan signifikan, dengan efisiensi pengurangan pada parameter BOD sebesar 70%, COD sebesar 67,8%, TSS sebesar 79%, dan Fecal Coliform sebesar 98%. Oleh karena itu, penggabungan kedua elemen ini akan menghasilkan kualitas efluen yang hampir memenuhi standar air limbah domestik yang berlaku, sehingga unit ini sangat penting bagi keberlanjutan pengelolaan instalasi pengolahan lumpur tinja.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Suprapto, K. G. ., & Hakim, C. A. . (2026). Efektivitas Unit Kolam Maturasi dan Unit Kolam Desinfeksi pada Pengolahan Air Limbah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Nganjuk. Envirous, 6(2), 53–58. https://doi.org/10.33005/envirous.v6i2.420